Tampilkan postingan dengan label kamu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kamu. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 Februari 2015

biarkan aku disana

Biarkan aku terus disana,
Yang selalu kau cari saat kau butuh
Yang selalu ingin kau temui saat kau sedang kacau
Yang selalu pertama kau hubungi untuk berbagi banyak hal

Biarkan aku tetap disana
Menjadi yang kau izinkan untuk melihat lukamu
Menjadi yang kau izinkan untuk mengintip kegundahanmu
Menjadi yang kau izinkan, untuk menjadi sebab bahagiamu.

Biarkan aku disana,
Setia menunggumu kembali

Karena yang kubutuhkan hanyalah, kesediaanmu mengakui kehadiranku.
Bukan kamu yang malah diam dan bertopang dagu,
Bukan kamu yang malah menutup mata
.
.

dan berhenti peduli.

Jumat, 02 Januari 2015

untitle

Aku selalu memperhatikanmu
Mungkin kamu tak menyadarinya karena aku mengendap-ngendap
Mungkin kamu tak menyadarinya karena aku melakukannya secara tersirat
Tapi sejujurnya, aku menyukaimu

Kamu selalu terlihat bahagia
Tapi entah kenapa, saat kamu terlelap kamu terlihat seperti memiliki masalah
Saat kamu tersenyum, seperti ada sesuatu yang tersimpan di balik senyum itu

Kamu seperti labirin yang memiliki banyak teka-teki
Menjebak tapi menantang
Menyebalkan sekaligus menyenangkan
Mencandu unutk segera dipecahkan

Kamu seperti medan magnet dan aku besinya
Kamu menarikku untuk mendekat
Sekeras apa pun aku menolak, aku tetap tak mampu mengelak

Aku suka senyummu
Aku suka caramu bercerita
Aku suka suara tawamu
Dan aku menyukai banyak hal tentangmu – yang dimana wajah cemberutmu termasuk di dalamnya

Kamu seperti morfin
Membuatku candu akan dirimu
Kamu mampu menenangkan kegelisahanku
Sekaligus mampu menghilangkan rasa kesalku
.
.
.

Tapi mendadak, kamu hilang
Dan kini, sulit sekali menjalani hari demi hari tanpa hadirmu dalam radarku..

Minggu, 07 September 2014

pada suatu masa, akan muncul rasa menerima

Tersenyum  bukan berarti bahagia
Tertawa bukan berarti tak punya masalah apa-apa
Terkadang, hanya itu yang bisa dilakukan

Ada waktu ketika ego harus dipendam, disingkirkan
Demi melihat kebahagiaan orang lain
Demi membuat orang lain merasakan kebebasan
Dan terkadang, memang tak ada lagi pilihan yang ditawarkan

Semua keadaan yang tidak sesuai dengan keinginan adalah memaksa
Dan keadaan lah yang membuat segalanya menjadi terbiasa
Terbiasa sabar, terbiasa menerima
Atau malah, terpaksa terbiasa menerima

Tidak ada yang salah dengan keterpaksaan itu
Pada suatu masa, akan muncul rasa menerima
Karena waktu akan membantu
Membunuh keterpaksaan dan menggantinya dengan penerimaan.

Tapi ketika ada sebuah keadaan,dimana itu mau merenggut mimpimu, 
Jangan biarkan. 
Teruslah berjuang sampai mimpi itu dapat diwujudkan 
Dan sudah ada dalam genggaman.

-rns-
www.google.com

Rabu, 23 Juli 2014

..aku butuh ngeliat senyum kamu

kamu (tetap) terlihat baik saja tanpa aku
bukan maksudku tak suka melihatmu tak apa, bukan.
aku hanya mengira kau akan sedikit limbung saat tak ada aku
aku hanya mengira kau akan terlihat membutuhkanku sedikit saja agar bahagaimu tetap ada.
tapi nyatanya kau (tetap) terlihat bahagia sementara aku -- sekarat.

memang aku tak pernah menunjukannya padamu.
aku ingin kau tahu, tapi juga sangat ingin kau tak tahu sama sekali.
aku hanya berusaha agar segalanya tetap berjalan seperti seharusnya, seperti biasanya.
aku tidak ingin kau melihatku, berantakan.

rindu ini masih menggerogotiku dalam hening
mengikuti kemana pun aku pergi
di dalam, aku sekarat.
dan kau bahkan terlihat masih tegak.

rasanya..
entahlah, aku tidak bisa mendeskripsikannya dengan tepat.
hanya saja rasanya ada yang hilang dan aku juga merasa..  hilang.

aku butuh ngeliat senyum kamu.
aku butuh ngedenger  suara dan tawa kamu.
aku butuh sosok kamu ada di sekelilingku
aku butuh kamu.
aku ternyata (masih) butuh kamu. untuk me-leng-ka-pi-ku.

Rabu, 09 Juli 2014

Semua Tentang

Kalo semua ini tentang yang selalu menyamankan dan memberi rasa aman, kemungkinan orang itu lo, iya.
Kalo semua ini tentang yang pertama ada di pikiran ketika terjadi suatu hal, bisa jadi orang itu adalah lo.
Kalo semua ini tentang yang selalu ada di saat apapun, orang itu jelas bukan lo.
Kalo semua ini tentang saling berbagi dan percaya tanpa harus saling berucap, itu juga bukan lo sama sekali.
Padahal harusnya, semua itu adalah lo.

Adalah lo yang harusnya ngisi semua posisi itu. Sama kayak gue yang berusaha buat menuhin semua posisi itu buat lo. Meskipun sayangnya, lo ga ngerhargain usaha gue. Bersikap seolah-olah gue yang paling gapeduli, bersikap seolah-olah semua yang gue lakuin ga keliatan di mata lo. Entahlah.
Dan menyebalkannya, lo bahkan gamau usaha buat menuhin posisi itu buat gue. Emang, gue gapernah minta itu. Emang, gue gapernah bilang tentang apa yang gue mau. Gue bukannya ngarep kebanyakan ya. Gue rasa semua tentang itu adalah semua yang harusnya emang terpenuhi. Bukan segala sesuatu yang harus diminta lagi.

Bagian paling tolol dari semua tentang adalah, gue masih tetep peduli tentang lo disaat lo bahkan udah gamau tau lagi tentang gue. Itu bukannya menyedihkan buat gue, gue hanya ngerasa terlalu tolol tapi masih susah buat berhenti. Kebiasaan semua tentang itu masih gue lakuin meskipun gue gatau kenapa. Gue tau dengan jelas kalo gue harusnya berhenti karena segala sesuatu emang udah berhenti. 
Dan akhirnya gue emang berhenti. Masih berhenti di saat semuanya berhenti. 
Meskipun segalanya menjadi lebih rumit sekarang karena terlalu banyak di sekeliling gue yang meminta gue untuk tetap bejalan ketika yang mau gue lakuin hanya berhenti. Berhenti 'sejenak' buat menikmati segala yang pernah terjadi. Berhenti 'sejenak' sampai bisa mengenang segalanya dengan -- senyum.

Sabtu, 05 Juli 2014

Kamu dan Kosong

Sepi itu tiba-tiba datang
Saat aku tau kamu takkan lagi terlihat
Saat aku tau kamu takkan lagi berada dalam jarak pandang
Kenyataan yang membuatku tercekat

Hujan.
Langit seakan mengerti gundahku
Dan kini aku terjebak dalam ketidakberdayaan
Karena aku tak mampu menahanmu untuk tetap tinggal

Pertemuan ini mungkin menjadi yang terakhir
Tapi aku tak bisa ucapkan selamat tinggal
Tapi aku enggan untuk menatap dan melambai tangan
Berusaha tetap membisu dalam keinginan untuk memintamu tetap disini

..
Air mata ini tak mau meluruh
Aku hanya mampu membatu
Diam.
Menatapmu yang perlahan menjauh

Dan kosong itu langsung melingkupiku.
Seketika.

take care:)

waktu itu gue lagi diem, tiba-tiba lo bbm gue dan ngasih tau kalo lo lagi di bandara. 2 jam sebelum waktu keberangkatan lo udah di bandara. alasannya simpel, kalo ntar ntar males macetnya. terus gue mikir, tumben amat lo bbm laporan kayak gitu. tapi yaudahlah, mungkin lo lagi bosen dan butuh temen ngobrol. akhirnya kita(lo dan gue) malah asyik chat.
pas udah mau take off gue bilang "oleh-oleh jangan lupa:p" terus lo malah bilang "bukannya bilang take care malah minta oleh-oleh". terus gue bercanda bercandain meskipun ujung-ujungnya bilang take care juga. waktu itu loh ya, waktu itu.
hari ini gue dikasih tau (atau tepatnya nyari tau) kalo lo bakal terbang lagi. terbang ke suatu tempat dan (mungkin) menetap agak lama. pengennya sih gue nemenin lo di setiap keadaan apapun, tapi udah sebulan sejak kita (lo dan gue) diem-dieman dan mendadak aja gue inget itu. satu kata yang nunjukin kalo gue (masih) peduli sama lo. satu kata yang nunjukin kalo gue inget semua percakapan kita(lo dan gue) dulu.
dan sekarang, buat iseng nyapa lo aja gue ga berani. gue juga gatau kenapa. padahal (kalo keadaan masih kayak) waktu itu, gapake mikir gue bakal langsung nyapa lo dan dengan senang hati ngucapin kata-kata itu.

duajam, take care ya:)
ati-ati di lingkungan baru. jangan gampang kepengaruh.
...






betewe ini harusnya dipos kemaren haha.