Tampilkan postingan dengan label rindu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rindu. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 November 2014

aku hanya sedang merindukan kenangan tentang kita

weheartit.com
Ada masanya ketika kenangan yang tadinya sudah tenggelam, akan perlahan-lahan muncul lagi meski hanya sebentar.

Dan masa itu, sekarang.

Dengan tiba-tiba, aku mendadak merindukan kita. Saat mengingat betapa manisnya kita pada waktu itu. Aku merindukan senyum yang dulu memberiku semangat. Aku merindukan bagaimana caramu dulu melihatku. Aku merindukan kebersamaan kita saat membuang-buang waktu berdua.

Mendadak saja aku ingat kata-kata yang kamu ucapkan, yang  memberiku kekuatan. Segalanya yang tadinya sudah tak lagi ku pikirkan.

Hanya gara-gara sebuah gerakan kecil.

Semua kenangan tentangmu mendadak berhamburan lagi di benakku. Aku ingat ketika malam itu kamu menelfonku hanya meminta untuk ku temani. Tidak ada percakapan yang berarti namun aku merasakan kesenangan yang sama denganmu. Aku ingat saat kita berjalan bersisian dan berbagi ledekan. Segalanya terasa seperti baru terjadi kemarin. Aku ingat saat kamu usil menyembunyikan pensil kesayanganku – yang mungkin juga pensil kesayanganmu --  hanya agar aku mencampakkan buku yang sedang ku baca. Rasanya begitu lucu dan menyenangkan. Dan aku ingat isi morning text-mu yang begitu sederhana. Sapaan "Haii" yang selalu refleks membuatku tersenyum.

Bukannya aku mengharapkan semuanya kembali.

Aku hanya sedang merindukan kenangan tentang kita. Merindukan bagaimana caramu dulu berhasil menguatkanku ketika aku sedang lelah. Merindukan bagaimana caramu dulu memotivasiku saat aku merasa kalah.

Aku hanya sedang merindukan kenangan tentang kita. Salah kah?

Senin, 27 Oktober 2014

Ia Rindu Rasanya Jatuh Cinta

Ini adalah kisah tentang seorang perempuan yang rindu rasanya jatuh cinta.
Saat teman-temannya sudah ‘dipilih’ untuk jatuh cinta, ia masih berkutat dengan kesendirian. Debar yang mengganggu belum dirasakannya lagi. Rasa malu-malu yang timbul belum bisa ia resapi lagi. Kebahagiaan yang muncul saat melihat orang yang disayanginya bahagia juga belum diingatnya lagi.
Seringkali timbul pikiran-pikiran absurd dalam kepalanya. Kebosanan akan kesendirian pun mulai menyerangnya. Kebutuhan akan dorongan semangat dari orang spesial pun juga mulai menghantuinya. Ia sadar, saat posisinya sedang dalam keadaan tertekan tak ada siapa pun yang mampu ia andalkan.
Sejak kisahnya berakhir  5 bulan lalu, ia memutuskan untuk berusaha menghandle semuanya sendirian. Ia berusaha untuk menjadi kuat. Ia belajar untuk menerima bahwa sendiri adalah masa sekarang. Tak ada lagi yang usil mengganggunya saat belajar, tak ada lagi yang memperhatikan hal-hal remeh  tentang dirinya. Sebelum ada dia aku mampu. Sekarang pun aku harus tetap mampu. Bisiknya dalam hati.
Ia pernah berpikir, patah hati adalah perasaan paling menjengkelkan. Tapi ternyata, ada perasaan lain yang sama menyebalkannya dengan patah hati. Saat hati sedang merasa kosong dan saat rindu menyerang dan tak ada yang mampu dilakukan.

Ia rindu bagaimana rasanya (hanya) mengingat seseorang dan memberi kekuatan serta semangat.
Ia rindu bagaimana rasanya berkorban hanya demi seulas senyum yang mampu menenangkannya.
Ia rindu bagaimana rasanya berdebar menunggu hari bertemu.
Ia rindu bagaimana rasanya memiliki seseorang yang mau menemani.

Ia rindu rasanya jatuh cinta..

Rabu, 23 Juli 2014

..aku butuh ngeliat senyum kamu

kamu (tetap) terlihat baik saja tanpa aku
bukan maksudku tak suka melihatmu tak apa, bukan.
aku hanya mengira kau akan sedikit limbung saat tak ada aku
aku hanya mengira kau akan terlihat membutuhkanku sedikit saja agar bahagaimu tetap ada.
tapi nyatanya kau (tetap) terlihat bahagia sementara aku -- sekarat.

memang aku tak pernah menunjukannya padamu.
aku ingin kau tahu, tapi juga sangat ingin kau tak tahu sama sekali.
aku hanya berusaha agar segalanya tetap berjalan seperti seharusnya, seperti biasanya.
aku tidak ingin kau melihatku, berantakan.

rindu ini masih menggerogotiku dalam hening
mengikuti kemana pun aku pergi
di dalam, aku sekarat.
dan kau bahkan terlihat masih tegak.

rasanya..
entahlah, aku tidak bisa mendeskripsikannya dengan tepat.
hanya saja rasanya ada yang hilang dan aku juga merasa..  hilang.

aku butuh ngeliat senyum kamu.
aku butuh ngedenger  suara dan tawa kamu.
aku butuh sosok kamu ada di sekelilingku
aku butuh kamu.
aku ternyata (masih) butuh kamu. untuk me-leng-ka-pi-ku.

..hei rindu, pergi sajalah mengunjungi dia

sepi
saat sendiri, hampa ini masih melingkupi
saat sendiri, kosong ini masih menghantui
saat sendiri, tak berdaya ini masih mengikuti
kamu pergi.

aku masih terjebak dalam dunia tentangmu
segala hal dalam dirimu masih jelas kuingat
sikap dan karakter yang kau tunjukkan didepanku masih tak mau hilang dari ingatan
caramu tertawa, tersenyum, cemberut dan bahkan tidur, masih berada dalam tumpukan teratas di pikiranku

kini rindu menjeratku.
menjebakku dengan cara yang paling tidak masuk akal
bagaimana mungkin ia masih tetap disini di saat aku tau persis ia tak pernah mengunjungimu?
entah kamu yang terlalu pintar atau ia yang terlalu lelah
mungkin ia tahu, meskipun ia mengunjungimu hanya sebentar, kamu tak akan menganggapnya penting
tapi tak tahu bagaimana, rindu masih setia disisiku
apakah aku, terlalu bodoh?

semua yang berkelebatan di kepalaku terlalu menyebalkan
hanya kamu, kamu dan kamu yang ku tau sudah tak perlu lagi ku pikirkan

hei rindu, pergi sajalah mengunjungi dia.
aku sudah lelah selalu kau ikuti.
merindukan seseorang yang sekarang entah bagaimana rupanya
merindukan seseorang yang tak lagi (dan ingin) ku ketahui kabarnya